Tampilkan postingan dengan label Konsep Dasar IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsep Dasar IPS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Materi Konsep Dasar IPS Dalam Bentuk PPT

Dibawah ini adalah materi Konsep Dasar IPS dalam bentuk PPT mengenai Dasar-dasar Pendidikan IPS, Karakteristik Konsep Dasar Geografi, Karakterisitk Konsep Dasar Sejarah, Hakikat dan Karakteristik Pendidikan IPS, dan Sejarah Perkembangan IPS dari Bapak Ibnu Hurri, H. S.Sos.

Apabila ada teman-teman yang ingin mendownload materi ini dipersilakan klik link dibawah ini :
  1. Dasar-dasar Pendidikan IPS (Download)
  2. Karakteristik Konsep Dasar Geografi (Download)
  3. Karakteristik Konsep Dasar Sejarah (Download)
  4. Hakikat dan Karakteristik Pendidikan IPS (Download)
  5. Sejarah Perkembangan IPS (Download

Kamis, 06 Juni 2013

Konsep Dasar Antropologi

Antropologi berasal dari bahasa Yunani, Antropologi terdiri dari 2 suku kata yaitu Anthropos dan Logos. Anthropos berarti manusia dan Logos berarti ilmu. jadi secara etimologi Antropologi berarti ilmu yang mempelajari mengenai manusia. Tujuan mempelajari Antroplogi diantaranya :
1.    Agar dapat mendefinisikan kebudayaan.
2.    Memberikan contoh wujud kebudayaan
3.    Memberikan unsur-unsur kebudayaan
4.    Menjelaskan budaya indonesia yang majemuk
5.    Menjelaskan upaya-upaya pelestarian kebudayaan asli indonesia. 

Untuk lebih jelasnya mengenai Konsep Dasar Antropologi dipersilakan download link dibawah ini :
1.    Definisi Kebudayaan (Download)
2.    Unsur-unsur Kebudayaan (Download)
3.    Perkembangan Kebudayaan dan Keanekaragaman Budaya Indonesia (Download)

Rabu, 05 Juni 2013

Sejarah Perkembangan IPS Secara Umum


Perlu kita ketahui bahwa IPS terjemahan dari Social Studies. Untuk mengetahui sejarah perkembangan IPS maka kita harus melihat sejarah perkembangan Social Studies di Amerika Serikat. Perkembangan Social Studies dipublikasikan dalam seminar National Council for the Social Studies (NCSS) pada tanggal 20-30 November 1935.
Definisi Social Studies menurut Edgar Bruce Wesley 1937 (Barr, Barth, dan Shermis, 1972:12) ,“The Social Studies are the social sciences simplified for pedagogical purpose”. Yang artinya Social studies yaitu ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan. Pengertian awal social studies yaitu sebagai turunan dari ilmu-ilmu sosial, disiplin dikembangkan untuk tujuan pendidikan dan bidang-bidang ilmu sosial harus sesuai dengan tujuan pendidikan.
Pada tahun 1940-1950 NCSS mendapat serangan yang berupa pertanyaan “ apa perlu atau tidak social studies menanamkan nilai dan sikap demokratis kepada generasi muda?”. Kemudian tahun 1960, Muncul suatu gerakan akademis yang mendasar dalam pendidikan, yang secara khusus dapat dipandang sebagai suatu Revolusi dalam Social Studies yang dikenal sebagai gerakan “The New Social Studies. Ditegaskan pula oleh Barr, dkk  pada tahun 1940-1960, terjadi tarik menarik antara dua visi Social Studies yaitu gerakan untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial Citizenship Education, dan gerakan yang menginginkan pemisahan bebagai disiplin ilmu sosial yang cenderung memperlemah konsepsi Social Studies Edcation.
Pada tahun 1955 terjadi terobosan besar dalam dunia Social Studies (Barr, 1977:37) ,yaitu inovasi Maurice Hunt dan Lawrence Metclaf yang melihat cara baru dalam mengkaitkan pengetahuan dan keterampilan ilmu sosial untuk tujuan citizenship education. Disiplin ilmu sosial sangat berguna dalam memberikan fakta, serta teori dan konsep dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, serta untuk melatih keterampilan reflective thinking (berpikir tanpa direncanakan atau berpikir kritis) oleh Barr, 1977:37.gerakan The New Social Studies menjadi pilar perkembangan Social Studies pada tahun 1960, titik tolaknya dari kesimpulan bahwa social studies sebelumnya dinilai sangat tidak efektif dalam mengajarkan dan mempengaruhi perubahan sikap.
            Maka para ahli sosial dan sejarawan bersatu dan merumuskan social studies ketingkat “higher level of intellectual pursuit”, (Barr, 1977:42). Pada akhir 1960-an tercatat adanya perubahan dari kegiatan disiplin akademik yang terpisah-pisah dalam upaya untuk mencari hubungan interdisipliner  (Barr, 1977:45). Pada tahun 1970 terjadi perkembangan Social Studies dalam perkembangan kurikulum persekolahan. Yaitu perkembangan dari dua gerakan (Social Studies dan Citizenship education) yang bertolak belakang dari Basic Human Activities, (Paul R. Hanna, 1974:68).
Jika dilihat dari visi-misi Social Studies menurut Barr (1977:48) adalah, Social Studies dapat dikembangkan kedalam 3 tradisi, yaitu: Social Studies Taught as Citizenship Transmission. (ilmu sosial yang terintegrasi sebagai ilmu Kewarganegaraan),  Social Studies Taught as Social Science ( ilmu sosial sebagai disiplin ilmu yang terpisah), dan Social Studies Taught as Revlective Inquir (ilmu sosial sebagai  ladang ilmu pengetahuan yang bersifat melatih kepekaan terhadap gejala sosial yang terjadi di sekitar).
Pada tahun 1980 perkembangan Social Studies ditandai oleh lahirnya dua pilar akademis, yaitu : Social Studies democratic beliefs and values dan Social Studies as Skill in the Social Studies Curruculum. Tujuan NCSS 1994 dari Social Studies, yaitu: Esensi dari Social Studies adalah pengembangan ilmu sosial, bukan pada bidang lain, Pengembangan Social Studies dari mulai pendidikan dasar sampai tingkat menengah atas ditandai oleh keterpaduan pengetahuan, kemampuan siswa dan sikap siswa terhadap gejala sosial yang terjadi diskitarnya. Hal ini memberikan dau arti yaitu, monodisipliner dan interdisipliner, Program Social Studies menitik beratkan pada upaya membantu siswa dalam construct a knowledge base and attitudes drawn from academic disciplines as specialized ways of viewing reality (Pembangun pengetahuan dan sikap yang aktif melalui cara pandang secara akademik terhadap realita), dan Social Studies harus mncerminkan hakikat pengetahuan yang utuh secara terpadu menuntun perlibatan berbagai disiplin ilmu dalam Social Studies.
                                       

Sabtu, 01 Juni 2013

Sistem Pembelajaran Inkuiri

Pengertian Sistem Pembelajaran Inkuiri.
Sistem Pembelajaran Inkuiri : rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Meteri pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berprran sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.

 Konsep Dasar  Sistem Pembelajaran Inkuiri.
Konsep dasar sistem pembelajaran inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar (siswa: subjek). seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri sehingga muncul sikap percaya diri (self belief), menempatkan guru sebagai fasilitator bukan sumber belajar. Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis (mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental).

Strategi Pembelajaran Inkuiri yang Efektif
Strategi pembelajaran inkuiri akan efektif apabila (1) Guru mengharapkan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang   ingin dipecahkan. Dengan demikian dalam strategi inkuiri penguasaan materi pelajaran bukan  sebagai tujuan utama pembelajaran, akan tetapi yang lebih dipentingkan adalah proses belajar. (2) Bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan  tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian. (3) Proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu. (4) Guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata – rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir. Strategi inkuiri akan kurang berhasil diterapkan kepada siswa yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir. (5) Jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan guru, dan (6) Guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan berpusat pada siswa.


 Prinsip – prinsip Penggunaan Sistem Pembelajaran Inkuiri, diantaranya :
  1. Berorientasi pada pengembangan intelektual: pengembangan kemampuan berpikir, aktivitas siswa  mencari dan menemukan sesuatu
  2.  Prinsip interaksi: proses pembelajaran pada dasarnya merupakan proses interaksi, guru merupakan pengatur interaksi 
  3. Prinsip bertanya: sesuai dengan peran guru dalam pembelajaran inkuiri adalah sebagai penanya, sehingga guru harus menguasai teknik bertanya yang baik 
  4. Prinsip belajar untuk berpikir: belajar adalah proses berpikir (learning how to think), mengembangkan potensi otak 
  5. Prinsip keterbukaan: belajar merupakan proses mencoba berbagai kemungkinan, guru memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuku membuktikan kebenaran hipotesis.
Langkah Pelaksanaan Sistem Pembelajaran Inkuiri.
a.    Orientasi
Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan merangsang dan mengajak siswa untuk memecahkan masalah. Hal-hal yang perlu diperhatikan: (a).menjelaskan topik tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa; (b). menjelaskan pokok-pokok kegiatan (langkah2 inkuiri) yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan; (c). menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar.

b.    Merumuskan masalah
         Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah: (a). Dirumuskan sendiri oleh siswa, guru hanya memberi topik; (b). Masalah yang dikaji mengandung  teka-teki yang jawabannya pasti; (c). Konsep dalam masalah merupakan konsep yang sudah diketahui sebelumnya oleh siswa.

c.    Mengajukan hipotesis
        Dilakukan dengan memberikan berbagai pertanyaan yang akan mendorong siswa untuk membuat kesimpulan sementara.

d.   Mengumpulkan data
Aktivitas menjaring informasi yang digunakan untuk menguji hipotesis, tugas guru memberi pertanyaan2 yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

e.    Menguji hipotesis
Menentukan jawaban yang dianggap dapat diterima sesuai dengan data/informasi yang diperoleh, menguji hipotesis berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional.

f.     Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

Kesulitan – kesulitan Penerapan Sistem Pembelajaran Inkuiri.
SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses berpikir yang bersandarkan kepada dua sayap yang sama pentingnya yaitu : proses belajar dan hasil belajar. Sejak lama tertanam dalam budaya belajar siswa bahwa belajar pada dasarnya adalah menerima materi pelajaran dari guru, dengan demikian bagi mereka guru adalah sumber belajar yang utama. Sistem pendidikan yang belum konsisten antara pola belajar (harus student centered) dan evaluasi (masih ada UAN).

Keunggulan dan Kelemahan Sistem Pembelajaran Inkuiri
1.    Keunggulan inkuiri, diantaranya : (1) SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif,  afektif dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna. (2) SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengangayabelajar mereka. (3) SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman, dan (4) SPI ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata – rata.

2.    Kelemahan inkuiri, diantaranya : (1) Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan selit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa. (2) Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan  siswa dalam belajar. (3) Kadang – kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan, dan (4) Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sukit diimplementasikan oleh setiap guru.